Rabu, 18 Desember 2019

Cerita Dewasa Nafsu Liar Nyonya Muda.



Cerita Dewasa Nafsu Liar Nyonya Muda.

BeritaViraL80Jodoh tidak kemana, anda inginkan seringkali yang sempurnya dan yang lebih ya sebab manusia ialah maklhuk yang memiliki nafsu, namun apa boleh buat anda hanya berjuang yang terbaik. Kali ini bakal saya ceritakan tentang pasang 2 anak insan yang ditakdirkan bareng di dunia ini. Mereka berdua sungguh paling mujur, karena kedua pasangan ini ialah anak dari pengusaha kaya. Masalah ekonomi tentunya tidak adak problem namun tidak tahu bahagia atau tidaknya pasangan ini kelak. Pasangan ini baru saja menikah dan rencana mereka akan menciptakan salah satu rumah, guna desain mereka pun tidak main-main’arsitek handal familiar yang menjadi pelopornya”. ya maklum orang kaya seluruh pasti dapat dibeli, lokasi tinggal ini pun hadiah dari ortu pasangan mempelai perempuan.

Tidak usah panjang lebar cerita, 6 bulan lantas akhirnya selesailah bangaunan ini diciptakan sungguh megah dan luas, lokasi bermain, taman,tempat renang dan desain lokasi tinggal yang menyolok adat Eropa tampak meningkatkan sis mewah dan berklas untuk sang pemilik. Karena besar dan luasnya lokasi tinggal ini maka mereka memakai sejumlah orang penolong dan tukang kebun. Selain tersebut di pintu gerbangnya terdapat pos satpam yang akan memantau tamu masuk. Karena mereka belum dikarunai anak maka Ira bermukim di lokasi tinggal dan suaminya Rudi yang ke kantor meneruskan usaha yang ditinggalkan ayahnya, bareng kakak-kakaknya. Di dalam lokasi tinggal yang besar dan tidak sedikit kamarnya itu, Ira merasa kesepian dan resah. Ia memang berada dilingkungan yang serba megah tetapi kepuasan batin tidak ia dapatkan. Padahal ia dan Rudi baru 1 tahun menikah.

Ngentot Memek Istri orang – Di dalam kehidupan sex ia tidak terdapat masalah dan halangan. Rudi ketika ini berusia 29 tahun dan Ira 26 tahun. Sebagai layaknya pasangan muda, nyaris setiap ada peluang mereka selalu mengerjakan hubungan badan di kamarnya yang serba luks itu. Tidak jarang mereka bepergian ke villanya di Tawangmangu untuk mencungkil rasa suntuk dan mencungkil kepenatan masing-masing hari. Suatu malam, di rumah tersebut tanpa diketahui oleh Ira dan Rudi, di luar kamarnya terdapat sepasang mata yang mengintip dari balik jendela. Sepasang mata tersebut milik seorang pria yang seringkali bertugas sebagai satpam di rumahnya itu. Namanya Unang. Dari dulu sejak mulai bertugas di lokasi tinggal itu, Unang telah membubuhkan perhatian terhadap istri majikanya itu. Meskipun andai keluar lokasi tinggal Ira tidak jarang kali pakai pakaian celana panjang, tetap saja keelokan dan kesintalan nyonya majikannya tersebut membuat Unang susah tidur. Unang dari balik jendela yang diblokir gordyn tersebut terus meneliti dan menyaksikan tingkah laku suami istri itu.

Malam tersebut Rudi dan Ira seperti dapat bermesraan dulu barulah mereka saling mencungkil pakaian masing- masing untuk mengerjakan hubungan badan. Unang di luar dengan nafas memburu menyaksikan ketelanjangan suami istri itu. Namun yang terus diperhatikannya ialah sosok tubuh Ira, yang seringkali di luaran ia liat berpakaian tertutup semua, tetapi di ketika itu nyaris seluruh format tubuh Ira ia liat tanpa terdapat yang menutupnya. Malam itu nyaris dua jam Unang menonton aksi pasangan muda tersebut bersebadan. Unang sempat pusing melihatnya. Dikepalanya terbayang kehalusan dan kesintalan tubuh majikannya itu. Bayangan tersebut terus bermain di pelupuk matanya. Pada sebuah saat, Rudi terdapat urusan sampai-sampai harus berangkat ke luar negeri untuk sejumlah saat. Maka ia tinggalkan Ira di lokasi tinggal itu. Ia tidak cemas sebab di rumah tersebut ada penolong dan satpam yang siap menyelamatkan rumah dan isinya. Siang itu, iseng-iseng Ira berkeliling lokasi tinggal dan menyaksikan bunga2 di pekarangannya.

Lalu ia singgah di pos jaga Unang, saat tersebut Unang sedang bakal duduk. Ia kaget sebab tidak seringkali Ira singgah di posnya. “Selamat siang, Pak?” sapa Ira ramah. “Siang juga, Bu?” jawab Unang. “Bagaimana, Pak? Apa terdapat hambatan?” tanya Ira. “Ooo tidak, Bu?” jawab Unang lagi. Lalu ia masuk ke ruang Unang tersebut dan duduk di dalamya. Di dalam ruang tersebut lengkap terdapat kamar mandi dan ruang istirahat satpam. Ira duduk dan berkata dengan Unang panjang lebar tentang ketenteraman di lokasi tinggal itu. Ira sempat menyimak Unang. Ia akui Unang sebagai satpam amat berani dan mempunyai otot yang kuat laksana tentara. Tubuhnya hitam legam dan wajah kerasnya terlihat. Dulunya Unang memang tentara. Poker Uang Asli

Karena suatu karena ia dipecat, maka guna menyambung hidupnya ia menjadi satpam. Malam harinya, guna menghilangkan kejenuhannya di lokasi tinggal itu, ia berjalan-jalan di halaman tersebut dan membawa makanan kecil guna Unang. Ia ke ruang satpam dan duduk didalamnya, Unang menjadi salah tingkah. “Bu, saya tidak enak sama Ibu. Masak Ibu duduk di ruang ini?” kata Unang. “Ohhh… ndak apa-apa la, Pak? Masak… duduk saja ndak boleh? “Saya fobia nanti Pak Rudi marah,” jawab Unang. “Oooo tersebut to…

Mas Rudi sekarang berada di Kanada. Jadi, ndak apa kok, pak,” cerah Ira. “Kalau Pak Unang keberatan saya disini, Bapak saja yang ke dalam, kan kita dapat bicara-bicara, Pak?” kata Ira. “Baiklah, Buk,” kata Unang, “Tapi hari bakal hujan tampaknya.” Lalu Ira berlangsung kedalam rumahnya dan dibuntuti Unang di belakang. Dari belakang ia simaklah terus pinggul majikannya tersebut yang saat tersebut memakai celana istirahat dan blouse dari sutra. Di dalam di antara ruangan di lokasi tinggal itu, Ira dan Unang berbincang- bincang tentang sekian banyak hal, sampai mengenai masalah dalam kamar istirahat Ira dan Rudi. Sedang hari saat tersebut di luaran hujan deras. Situs Poker Online



Karena keadaan dan dinginya malam itu, diperbanyak lagi percakapan yang terlampau menyentuh mengenai urusan ranjang, menciptakan Unang memahami rahasia kamar Ira dan Rudi itu. Unang merasa mendapatkan kesempatan untuk masuk ke dalam individu Ira. Dengan sekian banyak cara dan rayuan, Unang pun sudah dapat mengenggam tangan Ira dan memeluknya. Dengan teknik yang lembut ia dapat menghirup bibir Ira yang mungil itu.

Ira tidak banyak menyesal sebab ia sudah jatuh dalam kelembutan yang diserahkan Pak Unang. Dengan kelihaian Unang mempermainkan Ira, maka Ira bisa ia giring kedalam di antara kamar di lokasi tinggal itu. Di kamar yang diperuntukan untuk tamu itu, Ira ia tuntun. Di dalam kamar tersebut ia baringkan Ira dengan hati-hati dan ia raba buah dada Ira tanpa menciptakan Ira merasa menyesal. Lalu ia buka blouse istirahat dan BH yang menutupi dada Ira satu persatu.

Di belahan dada Ira ia singgah guna memilin puting dan mengggigit dada Ira sampai memerah. Ira saat tersebut tidak sadar bahwa ia sudah punya suami dan jatuh terlampau dalam. Dengan tangannya, Unang membuka celana istirahat Ira dan kemudian CDnya sampai-sampai terlihat bulu-bulu halus yang tertata apik menutupi rongga vagina Ira. Dengan leluasa jari tangan Unang masuk dan mempermainkan lobang vagina Ira sampai Ira hendak cepat dituntaskan. “Ahggggggggghhhhh, Pakkk…. Cepat, Pak…”

Dengus Ira ketika itu. Lalu Unang membuka semua pakaiannya sampai-sampai ia pun sekarang telah telanjang bulat. Unang yang sekitar ini melulu melihat Ira telanjang ketika bersenggama denga suaminya, sekarang dapat menyaksikan sendiri dari dekat dan menikmati langsung kehangatan tubuh Ira yang sekitar ini hanya dapat ia bayangkan. Unang juga lalu membuka kedua kaki Ira sampai kedua kaki yang jenjang tersebut tertaut di kedua bahunya yang bidang. Ia arahkan penisnya yang tegak, siap guna masuk ke dalam vagina Ira yang masih kecil itu.



Dengan tidak banyak dipaksa, amblaslah penis Pak Unang kedalam lobang itu. Ira hanya dapat menggigit bibir bawahnya menyangga rasa nyilu dan perih saat ditembus kemaluan Unang. Beberapa ketika lamanya Unang terus menggenjot dan memajumundurkan penisnya di dalam vagina Ira sampai Ira menikmati nikmat dan orgasme. Lalu Unang juga memuncratkan maninya di dalam vagina Ira. Ia biarkan saja tumpah di dalam tubuh nyonya majikannya itu.

Sambil penisnya tetap tertanam di dalam vagina Ira, Unang juga diam di atas tubuh Ira melepas lelahnya sampai ia tertidur. Ira juga tergolek bersimbah keringat. Saat tersebut keringat Unang sudah bercampur dengan keringat Ira. Tidak terdapat lagi yang memberi batas kulit mereka. Tubuh Ira masih terhimpit dibawah dalam suasana lemas dan puas. Malam tersebut Pak Unang melakukannya sejumlah dua kali lagi dan Ira juga tidak sempat menolaknya. Sejak ketika itu, bila ada kesempatan, di di antara kamar rumah tersebut Ira maupun Unang berpacu dalam birahi. Rudi tidak tahu dan melulu mereka berdualah yang menyimpan rahasia itu, sampai saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

2 IKLAN DISINI